TAFSIR PERJANJIAN LAMA II 1 SAMUEL 2:11-36 1 SAMUEL 4:12-22


MAKALAH

TAFSIR PERJANJIAN LAMA II

1 SAMUEL 2:11-36
1 SAMUEL 4:12-22

DOSEN PENGAMPU: Edward E. Hanock, M.Th
        


  
Di
S
U
S
U
N
OLEH :

Gresye Karunia Rumodar


SEMESTER IV

PROGRAM STUDI: TEOLOGI
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MORIAH

TAHUN 2017/2018

Gading Serpong – Tangerang




BAB I
PENDAHULUAN

        A. LATAR BELAKANG
Dalam pembahasan kali ini akan dibahas bagaimana seorang iman eli dan hukuman atas keturunannya. Dilihat dari pasal 2:11-36 dan 4:12-22 ternyata memiliki hubunga, yang dimana pada pasal 2 menjelaskan bagaimana Kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak imam Eli sedangkan di pasal 4 menceritakan bagaimana akhir hidup dari anak-anak imam eli yang dimana upah dari apa yang sudah mereka lakukan, disamping itu cerita tentang kematian anak-anak-anak imam eli memang sudah dinubuatkan dan sudah diperingatkan dalam pasal 2 dan diulang kembali dalam pasal 3 yaitu sangat Samuel terpanggil.
Tuhan sudah mencoba memperingatkan imam Eli dan imam eli juga sudah memperingatkan anak-anaknya tersebut namun tidak mereka dengarkan apa yang dikatakan oleh ayahnya tersebut. Hukuman mereka pun mereka kalah dalam peperangan melawan bangsa Filistin sehingga akhirnya Tabut TUHAN pun berhasil dirampas.

       B. RUMUSAN MASALAH
·   Bagaimana Latar belakang dari kitab 1 samuel?
·   Seperti apa penggenapan dalam perjanjian baru?
·   Bagaimana Latar Belakang dari kitab 1 Samuel 2:12-36?
·   Apa saja pokok bahasan dalam kitab 1 Samuel 2:12-36?
·   Bagaimana kisah yang ada dalam pasal 4:12-22?
·   Seperti apa korelasi dari pasal 2 dan 4?



BAB II
PEMBAHASAN

           A. LATAR BELAKANG KITAB 1 SAMUEL
Penulisnya Tidak Diketahui, Tema dari kitab ini yaitu Kerajaan Teokratis, Tanggal Penulisan Akhir abad ke-10 SM, Latar Belakang Masalah kepenulisan mencakup 1 dan 2 Samuel sebagai satu karya tunggal. Karena sebagian 1 Samuel dan seluruh 2 Samuel ditulis setelah kematiannya, Samuel hanya menjadi salah satu penulis penyumbang (bd. 1Sam 10:25). Karya terakhir ditulis oleh seorang sejarahwan dan nabi yang terilham yang memakai beberapa sumber, termasuk catatan-catatan Samuel (bd. 2Sam 1:18; 1Taw 27:24; 1Taw 29:29); identitas sejarahwan terilham ini tidak kita kenal. Kemungkinan besar kitab ini diselesaikan tidak lama sesudah tahun 930 SM, karena 1 Samuel tampaknya menunjuk kepada pecahnya kerajaan (1Sam 27:6) dan 2 Samuel berakhir dengan hari-hari terakhir Daud. 1 Samuel meliput tiga peralihan utama dalam kepemimpinan nasional: dari Eli ke Samuel, dari Samuel ke Saul, dan dari Saul ke Daud sedangkan 2 Samuel terutama membahas raja Daud.
Tujuan Penulisan Kitab 1 Samuel menuliskan sejarah Israel di tanah Kanaan dimana pemimpin mereka berganti dari para hakim-hakim menjadi satu bangsa yang bersatu di bawah pemerintahan raja-raja. Samuel merupakan hakim yang terakhir, dan ia juga yang mentahbiskan kedua raja pertama Israel, yakni Saul dan Daud.[1]

Enam ciri utama menandai 1 Samuel :

(1) Kitab ini dengan jelas menyajikan standar-standar kudus Allah bagi kerajaan Israel. Para raja Israel harus menjadi pemimpin yang tunduk kepada Allah selaku Raja sesungguhnya atas bangsa itu, menaati hukum-hukum-Nya dan membiarkan dirinya dibimbing dan ditegur oleh penyataan-Nya melalui para nabi. 

(2) Kitab ini mencatat dasar bagi permulaan pentingnya jabatan nabi di Israel sebagai sederajat secara rohani dengan jabatan imam. Kitab ini memuat beberapa rujukan pertama dalam PL kepada sekelompok nabi (1Sam 10:5; 19:18-24). 

(3) Pertama Samuel menekankan pentingnya doa dan kuasanya (1Sam 1:10-28; 1Sam 2:1-10; 7:5-10; 8:5-6; 9:15; 12:19-23), Firman Allah (1Sam 1:23; 9:27; 15:1,10,23), dan Roh nubuat (1Sam 2:27-36; 3:20; 10:6,10; 19:20-24; 28:6). 

(4) Kitab ini berisi informasi biografis yang kaya dan wawasan mengenai tiga pemimpin penting Israel  —  Samuel (pasal 1-7;1Sam 1:1-7:17), Saul (pasal 8-31;1Sam 8:1-31:13), dan Daud (pasal 16-31; 1Sam 16:1- 31:13). 

(5) Kitab ini penuh dengan kisah-kisah Alkitab yang terkenal, misalnya Allah berbicara kepada Samuel muda (pasal 3; 1Sam 3:1-21), Daud dan Goliat (pasal 17;1Sam 17:1-58), Daud dan Yonatan (pasal 18-20;1Sam 18:1-20:42), iri hati dan ketakutan Saul akan Daud (pasal 18- 30; 1Sam 18:1-30:31), dan Saul serta perempuan pemanggil arwah di En-Dor (pasal 28; 1Sam 28:1-25). 

(6) Kitab ini merupakan sumber dari istilah-istilah yang sering kali dipakai: "Ikabod" yang artinya "tanpa kemuliaan," karena "telah lenyap kemuliaan dari Israel" (1Sam 4:21); "Eben-Haezer" yang artinya "batu pertolongan," karena "Sampai di sini Tuhan menolong kita" (1Sam 7:12); dan "Hidup raja!" (1Sam 10:24). Kitab ini juga merupakan kitab PL pertama yang memakai istilah "Tuhan semesta alam" (mis. 1Sam 1:3). 

Penggenapan dalam Perjanjian Baru
1 Samuel mencatat dua lambang kenabian tentang pelayanan Yesus sebagai nabi, imam, dan raja. 

(1) Sebagai nabi dan imam yang menjadi wakil utama Allah kepada Israel, Samuel melambangkan pelayanan Yesus yang sebagai nabi dan imam menjadi wakil terutama Allah kepada Israel. 

(2) Daud  —  lahir di Betlehem, seorang gembala dan raja yang diurapi Allah dan yang mengabdi kepada maksud-maksud Allah bagi angkatannya (Kis 13:36)  —  menjadi lambang utama PL dan pendahulu raja Mesias Israel. PB menyebut Yesus Kristus sebagai "Anak Daud" (mis. Mat 1:1; Mat 9:27; 21:9), "keturunan Daud" (Rom 1:3), dan "tunas, yaitu keturunan Daud" (Wahy 22:16).

            B. LATAR BELAKANG 1 SAMUEL 2:11-36
Perikop ayat ini berjudul kejahatan anak-anak Eli dan nubuat tentang keluarganya. Hofni dan Pinehas sudah sisinggung pada pasal pertama namun tidak menceritakan dengan detail apa yang mereka lakukan seperti yang terdapat dalam pasal 2 yang menyebutkan dan mengungkap semua rahasia dan juga kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak imam Eli. Namun kejahatan kedua anak imam eli itu di bahas di dalam pasal ini. Kenapa demikian? Agar terungkap apa yan selama ini dilakukan oleh anak-anak imam eli selama mereka menjadi imam.
Kejahatan yang dilakukan oleh mereka sungguh suatu dosa yang keji yang sepantasnya tidak dilakukan oleh para imam, namun itu dilakukan oleh kedua anak imam eli.


PEMBAHASAN PENTING DARI 1 SAMUEL 2:11-36
     1. Dalam perikop ini dimulai dengan kata ‘Lalu’ yang menunjukan bahwa perikop ini merupakan sambungan dari perikop sebelumnya yaitu dari pasal 1:28.

    2. Diikuti dengan penjelasan akan kejahatan dari anak-anak imam eli (Ay.12). yang dalam LAI_TB  mengartikan kelakuan mereka dengan kata DURSILA. Di dalam BIS tidak memakai kata DURSILA tapi memakai kata ‘jahat sekali’. Dalam terjemahan NIV disebutkan bahwa anak-anak imam Eli adalah pria/laki-laki yang jahat (Eli's sons were wicked men (1Sa 2:12 NIV), sedangkan dalam terjemahan bahasa Ibrani nya sendiri memakai kata tidak berharga (בְלִיָּ֑עַל  (veliyya'al) = worthlessness) yang lebih tepatnya disebutkan  וּבְנֵ֥י עֵלִ֖י בְּנֵ֣י בְלִיָּ֑עַל (wuveney 'eliy beney veliyya'al) = dan anak eli anak tidak berharga (kurang lebih seperti itu terjemahannya)

Selanjutnya ada kata tidak mengindahkan Tuhan. Dalam terjemahan ITB mengunakan kata tidak mengindahkan Tuhan. Terjemahan NIV memiliki pandangan lain yaitu tidak menghormati Tuhan (they had no regard for the LORD). Bahasa Ibrani pun memiliki pengertian lain yaitu tidak mengenal Tuhan (לֹ֥א יָדְע֖וּ אֶת־יְהוָֽה  (lo’ yade'wu ‘et-yehwah).

Dari pengertian terjemahan diatas dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak mengindahkan dan menghormati Tuhannya sendiri berarti ia tidak mengenal Tuhannya sendiri. Seperti apa tidak mengindahkan Tuhan itu? 

Seperti yang tertulis dalam Yeremia 2:8
Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.

Timbul Pertanyaan : Apakah anak-anak imam eli juga berbuat hal yang sama terhadap Elkana dan Hana? (band. 1:3)

Jawabanya: ia, mereka juga melakukan hal yang sama terhadap persembahan yang diberikan Elkana dan Hana. Ayat 13b mengatakan setiap kali berarti setiap ada yang mempersembahkan kurban mereka selalu melakukan apa yang menjadi batas hak para imam bagi suatu bangsa. Itu juga dijelaskan dalam ay.14c “Demikianlah mereka memperlakukan semua orang Israel yang datang ke sana, ke Silo.” Termasuk Elkana dan Hana.

3    3. Apakah Tuhan masih akan tetap memberkati Hana meskipun apa yang sudah dilakukan oleh anak-anak imam Eli terhadap persembahannya? Jawabannnya tentu karena Tuhan tidak pernah melihat dari apa yang sudah dipersembahkan namun Tuhan melihat apa yang menjadi hal yang mendasar yaitu hati Hana saat mempersembahkan korban syukur. Sehingga Tuhan kembali memberkati Hana dan Elkana melalui imam Eli sehingga Hana pun diberikan anak lagi oleh Tuhan pengganti Samuel yang sudah mereka serahkan yaitu Hana punya anak lagi yaitu, 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan (ay. 20-21)

4    4. Yang menjadi kejahatan dari anak-anak imam Eli yaitu :
1)      Melakukan korupsi terhadap binatang Kurban (1 Sam.2:13-17)
2)      Tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani pintu rumah Allah (1 Sam.2:22)

5   5. Dalam ayat 16 menunjukan adanya tindakan mengancam yang dilakukan oleh anak-anak imam eli tersebut, perbuatan inilah yang membuat dosa mereka dipandang sangat besar dihadapan Tuhan (ay.17). ini merupakan salah satu kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak imam eli.

     6. Apakah imam Eli sudah menegur anak-anaknya? Jawabnya adalah sudah (ayt. 24). Tetapi tetapi tegurannya lemah dan terlambat karena TUHAN sudah menjatukan hukuman atas mereka (ayt. 25).

7    7. Dalam ayt. 27 disebutkan seorang abdi Allah. Siapa abdi Allah yang dimaksud?
Jika diparsing dengan beberapa ayat yang menyebutkan siapa itu abdi Allah, maka di dalam PL menyebutkan ada 2 yang disebut Abdi Allah yang pertama di dalam Ul.33:1 menyebutkan bahwa Musa sebagai Abdi Allah, dan yang kedua dalam Hak.13:6 menyebutkan bahwa Abdi Allah yaitu rupa malaikat Allah. Jadi dari kedua kemungkinan ini kira-kira siapakaha Abdi Allah yang dimaksud? Jika di uji Abdi Allah adalah Musa, sangat kurang tepat karena kematian Musa dicatat dalam kitab Ulangan, dan Musa tidak mungkin hidup sampai pada zaman Samuel, karena sebelum masuk dalam masa Samuel ada melewati beberapa tahun dan masa. Jadi jika Musa adalah Abdi Allah yang dimaksud di dalam kitab Samuel itu, itu sangat kurang tepat.
Yang kedua, yaitu rupa malaikat, kemungkinan hal itu adalah benar, karena kemungkinannya lagi bahwa Tuhan menyuruh malaikat untuk memperingatkan imam Eli dan keturunannya.
Dalam Bahasa Ibrani Abdi Tuhan yaitu אִישׁ־אֱלֹהִ֖ים  = `iys-`lohiym (man of God) maknanya yaitu manusia yang menyerupai Tuhan, siapa lagi  yang mempunyai rupa yang sama dengan TUHAN selain manusia di bumi, selain para Malaikat.

8    8. Dari ayat 27-36 seorang Abdi Tuhan menubuatkan imam Eli dan keturunannya dan hukuman atas keturunannya karena tidak melakukan sesuai apa yang Tuhan inginkan.


       C.    KISAH YANG ADA DALAM 1 SAMUEL 4:12-22
Kisah yang diceritakan dalam bagian ini bermula dari peperangan besar antara bangsa Filistin dengan bangsa Israel. Dalam kejadian itu, bangsa Israel terpukul kalah di medan perang. Dengan maksud untuk mengundang Allah agar berperang melawan bangsa Filistin. Disaat yang sama, tepatnya di Silo, Hofni dan Pinehas sedang dekat dengan tabut Tuhan. Singkat cerita, Hofni dan Pinehas menggotong tabut TUHAN dan membawanya ke medan perang. Setelah sampai di medan perang, semarak kegembiraan bangsa Israel terdengar sampai ke tempat pihak Bangsa Filistin. Setelah didengar mereka bahwa Tabut TUHAN sampai di medan perang, bangsa Filistin Gentar dan takut (ay 7). Meskipun begitu, mereka berhasil menghabisi 30.000 pasukan Israel. Selain itu, Hofni dan Pinehas berujung tewas di medan perang. Di pihak Filistin, mereka berhasil merebut Tabut TUHAN dan memukul pasukan Israel secara telak. Imam Eli yang sedang menunggu kabar tentang tabut TUHAN terkejut karena mendengar teriak ribut orang yang masuk ke kota dan setelah itu diceritakan semua kejadian yang menimpa mereka. Hingga sampai satu saat berita itu jelas didengar oleh imam Eli yang di saat itu berumur 98 tahun dan dengan keadaan fisiknya dirinya berpostur tubuh gemuk (ay 18) meninggal secara tiba-tiba dalam keadaan yang mengenaskan yaitu patah tulang leher. Istri dari Pinehas sedan hamil tua, juga terkejut mendengar kematian suami dan mertuanya. Istri Pinehas bersujud dan bersalin karena dirinya sedang sakit beranak. Anak dari Pinehas diberi nama IKABOD. Nama ini diberi denga alasan “telah lenyap kemuliaan dari Israel” – karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertua dan suaminya.

KORELASI ANTARA PASAL 2 DAN 4.
Korelasi dari pasal 2 dengan pasal 4:11-22 adalah anak-anak Eli dan Eli menerima hukuman yang sudah dikatakan sebelumnya (pasal 2) di pasal 4 adalah pengenapannya dari apa yang sudah dijelaskan di pasal 2. Di dalam pasal 2, diceritakan kematian dari Hofni dan Pinehas akan terjadi di hari yang sama.




[1] https://www.gotquestions.org/Indonesia/kitab-1-Samuel.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana menafsir KELUARAN 6:1-8

RAJA PERTAMA YANG DIMINTA BANGSA ISRAEL Berhasil atau Gagal? Penafsiran dari 1 SAMUEL 8 : 1 sampai 15:35